#128. Perjalanan Hara (Kumpulan Cerpen)

Isi 32 halaman; 29 cm


SINOPSIS

Setelah beberapa saat mereka beristirahat, hari mulai malam, hujan pun belum juga berhenti,bahkan ditambah angin yang begitu kencang, mau tidak mau mereka harus tetap di mulut goa sambil menunggu reda dan mereka memutuskan untuk bermalam di mulut goa.

“Sebaiknya kita bermalam dulu disini, besok pagi kita masuk, siapa tahu di dalam goa tersebut ada jawaban atas segala tanya yang belum ada jawabannya, apakah kalian bersedia masuk?” Tanya Hara kepada Badru dan Dimas dan mereka berdua langsung mengangguk tanda setuju.

Hujan belum juga reda, angin sepertinya makin kencang, belum juga mereka merehatkan diri, terdengan suara AUUUUUUMMMM, AUUUUUMMM, AUUUUUMMM, serentak mereka berdiri sambil sedikit panik, 

“Hara, suara apa itu, apakah suara binatang buas?” Tanya Badru agak gemetar

“Sepertinya suara dari dalam goa,mari kita lihat” jawab Hara tenang“

Ayo kita cari tahu saja, suara apa yang ada di dalam goa” Ajak Dimas semangat.

Dari kutipan cerita  di atas dapat dilihat bahwa pengarang mengajak pembaca untuk terus membaca sampai selesai, interaksi sosial dan emosional para tokoh  dalam penggalan di atas menggambarkan bahwa pengarang juga mengajak pembaca pentingnya sadar akan keadaan sekitar dan tetap tenang dalam menghadapi masalah.

Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dan bisa menjadi stimulan untuk menggali dan mengekplorasi sebuah inspirasi. Selamat membaca

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#119: PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA