#130 Antologi Puisi: Berbisik di Balik Bilik

 #130 Antologi Puisi: Berbisik di Balik Bilik


Sedari kecil
Ku tak pernah diberi tau
Apa sebenarnya yang terjadi?
Mengapa seperti ini?
Aku selalu menyangka
Ayah jahat dan tak punya hati
Tak pernah peduli pada keinginanku
Padahal aku hanya ingin diberi waktu
Untuk bertemu dengan ibu
Diwaktu yang terus berjalan
Tak terasa aku sudah dewasa
Sudah saatnya aku mengerti
Pada setiap hal yang aku tak mengerti
Dan saat ini
Aku sudah mengerti
Mengapa hal itu tidak dikabulkan
Ini semua adalah yang terbaik untukku

Dari kutipan puisi di atas dapat dilihat bahwa penulis sangat menyelami perasaan yang disrasakan, perasaan jujur, kecewa, sedih dan harapan yang akhirnya pupus berubah jadi sebuah keikhlasan,  wujud nyata dari sebuah interaksi personal kehidupan, dalam puisi – puisinya menunjukkan sebuah proses kreatif .Kata – kata yang terbungkus dengan majas menghiasi di setiap bait – bait hingga memunculkan makna tersendiri. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dan bisa menjadi stimulant untuk menggali dan mengekplorasi sebuah inspirasi. Selamat membaca

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

#119: PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA