#137 Diantara Doa dan Air Mata
Diantara Doa dan Air Mata
Sinopsis
“Ada
benjolan di payudara.”
Suasana
mendadak sunyi.
Pak Rafiq
menggenggam tangan istrinya erat.
“Kita
periksa besok. Jangan takut. Aku ada.”
Hasil
biopsi itu seperti petir di siang bolong.
Dokter
menatap mereka hati-hati.
“Ibu Kana
menderita kanker payudara stadium dua.”
Bu Kana
langsung menutup mulutnya sambil menangis.
Okky yang
duduk di samping ibunya ikut terisak.
Sedangkan
Pak Rafiq diam membeku.
Dunianya
seperti runtuh dalam sekejap.
“Apakah…
bisa sembuh, Dok?” suaranya bergetar.
“Insyaallah
bisa, asal ditangani dengan baik.”
Dokter
menyarankan operasi sesegera mungkin.
Malam
sebelum operasi, Bu Kana memandang suaminya lama.
“Pak…
kalau terjadi apa-apa…”
“Jangan
bicara begitu,” potong Pak Rafiq cepat.
“Tapi aku
takut…”
Pak Rafiq
menggenggam tangan istrinya dengan kedua tangannya.
“Dengar, Bu. Kita sudah melewati banyak hal bersama. Susah,
senang, kekurangan… semua bisa kita lalui. Penyakit ini juga pasti bisa.”
Bu Kana
menangis dalam diam.
Melalui perjalanan mereka,
berdua,Kumpulan cerpen ini menggambarkan
kisah cinta yang kuat dan menguatkan, di mana seorang suami harus memberi
support kepada belahan jiwanya dalam kondisi apapun, harus mengatasi rintangan-rintangan yang
tidak hanya berasal dari mereka sendiri, tetapi juga dari luar tentang rasa
sakit dan perjuangan hidup,dan kalian akan menemukan semua jawaban dari kisah
kisah inspiratif, romantic, tragedy, dan air mata serta arti kesetiaan dan
pantang menyerah semuanya dapat ditemui dalam buku kumpulan cerpen

Komentar
Posting Komentar