#148 Islam Sebagai Ilmu, Wahyu ke Realitas, Epsitemologi Strukturalisme Transedental, dan Obyektifikasi Nilai sebagai JalanTransformasi Ilmu
#148 Islam Sebagai Ilmu, Wahyu ke Realitas, Epsitemologi Strukturalisme Transedental, dan Obyektifikasi Nilai sebagai JalanTransformasi Ilmu
Buku Islam
sebagai Ilmu merupakan ikhtiar rekonstruksi epistemologi peradaban, lahir
dari kesadaran bahwa krisis modern bukan hanya krisis politik dan teknologi,
tetapi terutama krisis ilmu: terputusnya hubungan antara pengetahuan, nilai,
dan tujuan keberadaan manusia. Ilmu modern telah maju secara metodologis,
tetapi mengalami pemiskinan makna, karena mampu menjelaskan bagaimana sesuatu
bekerja, namun kehilangan kemampuan menjawab untuk apa sesuatu itu ada. Dalam
situasi ini, ilmu bergeser dari jalan kebijaksanaan menjadi instrumen dominasi
atas realitas.
Dalam horizon
ini, Islam sebagai Ilmu diposisikan sebagai proyek epistemologi
peradaban yang membangun kembali kesatuan wahyu, akal, realitas, dan nilai
dalam satu struktur ilmu yang utuh. Islam tidak hanya dipahami sebagai sistem
normatif, tetapi sebagai struktur ilmu ilahiah dengan integrasi ontologis,
epistemologis, dan aksiologis. Wahyu bukan sekadar sumber etika, tetapi horizon
ontologis yang membentuk cara realitas dipahami dan menjadi dasar teleologis
seluruh proses ilmiah.
Dalam kerangka ini,
Epistemologi Strukturalisme Transendental hadir sebagai metastruktur
cara mengetahui yang menjembatani empirisme dan transendensi. Realitas dipahami
sebagai jejaring makna; wahyu sebagai horizon struktur makna; akal sebagai
partisipan dalam pengetahuan ilahiah; dan ilmu sebagai proses penyingkapan
kebermaknaan wujud, bukan representasi netral.
Sementara itu,
obyektifikasi nilai dipahami sebagai gerak ontologis dari nilai menuju struktur
peradaban, berada pada tahap epistemik: transformasi
nilai menjadi struktur ilmu.

Komentar
Posting Komentar